5 Tips Mengatasi Anak Mudah Menangis

anak mudah menangis

Hai bunda, bagaimana rasanya ketika anak kita menangis? Sedih, bingung, panik?. Sudah pasti sebagai Ibu pasti sering mengalami anaknya menangis bahkan ada juga yang anaknya mudah menangis. Menangis pada anak kecil itu bisa dikategorikan wajar karena mereka belum bisa mengekspresikan emosi dengan tepat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jika anak kita mudah menangis terlebih tanpa sebab. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Bunda bisa simak artikel lengkap dibawah ini ya.

1. Mendekat dan beri kenyamanan saat anak menangis

Mengutip dari Zero to Three, anak usia 2-4 tahun masih belajar mengenai emosi yang ada di dalam dirinya. Kadang ia tidak tahu bagaimana cara mengatakan perasaan, lalu tangis meledak sebagai tameng. Ketika anak menangis, dekati si kecil dan beri kenyamanan, seperti pelukan atau usapan di punggung. Saat anak menangis, ia butuh kedekatan dengan orangtua atau pengasuhnya agar lebih tenang. Ini bukan berarti Anda setuju dengan tangisannya, tapi sebagai tanda bahwa Anda ada untuk anak.

2. Minta anak menjelaskan perasaannya

Setelah membuat anak tenang, secara perlahan minta anak untuk menjelaskan atau tanyakan tentang apa yang dirasakannya sehingga tidak dicap cengeng. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada si kecil apa yang ia inginkan dengan nada yang tegas tanpa membentak anak. “Kalau nangis, mama tidak bisa mengerti. Adik mau apa?” Di sini, anak akan belajar untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan tanpa tangisan. Anda juga bisa bertanya, apakah anak merasa kesal, marah, atau sedih ketika sedang menangis. “Kakak kesal mainannya rusak? Atau bosan sama mainannya?” Di sini, anak belajar untuk mengenal dan mengelola emosinya agar lebih baik.

3. Hindari memberi reaksi berlebihan

Anak yang menangis di tempat umum pasti membuat orangtua panik dan menganggapnya cengeng. Terutama bila tangisannya sampai meraung hingga mengganggu orang lain. Hindari bereaksi berlebihan, seperti memukul, berteriak memintanya diam, atau langsung mengalihkan perhatian dengan membelikan sesuatu yang anak inginkan. Anak akan merasa bahwa menangis dan merengek adalah cara ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan yang diinginkan. Anda bisa membawa anak ke tempat sepi, lalu menenangkan dengan tegas bukan dengan amarah.

4. Berikan pilihan

Saat anak menangis dan menjadi cengeng karena menginginkan sesuatu yang tidak diperbolehkan, beri pilihan. Sebagai contoh, Anda bisa menjelaskan bahwa tidak boleh makan es krim di malam hari, tetapi boleh makan puding. “Tidak makan es krim ya, tapi ada puding cokelat sama stoberi. Mau yang mana?” ini bisa mengubah suasana hati si kecil. Bila masih merengek, beri pengertian pada anak secara perlahan.

5. Ajari anak meluapkan emosi

Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan karena karakter anak yang sensitif dan pemalu.

Bisa juga karena pola asuh orangtua dalam mengajari anak untuk lebih terbuka dengan dunia luar.

Agar anak tidak merengek dan menangis terus, Anda bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas lain. Sebagai contoh, menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang ia suka. Penting juga untuk mengingat bahwa tidak semua anak itu sama, karakter setiap anak berbeda-beda. Maka, terus cari tahu kegiatan apa yang disukai anak untuk meluapkan emosinya.

 

 

Sumber = hellosehat

Tinggalkan Balasan

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping