4 Penyebab Balita Mudah Sakit

4 Penyebab Anak Kecil Mudah Sakit
sumber gamba = https://cms.sehatq.com/public/img/article_img/anak-sering-sakit-ini-beberapa-kemungkinan-penyebabnya-1616481280.jpg

Hai bunda memasuki bulan Desember sudah pasti cuaca yang tidak menentu [pancaruba] akan sering muncul. Belum lagi jika sudah memasuki bulan Januari, yang sudah pasti hujan sehari – hari. Cuaca yang tidak mendukung dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Untuk orang dewasa mungkin sudah memiliki kekebalan imun yang kuat, namun beda hal dengan anak kecil / balita yang kekebalan imunnya masih sangat kecil / rendah. Sering kita jumpai banyak balita yang mengalami sakit saat musim – musim pancaruba. Kira – kira mengapa ini bisa terjadi?

1. Sistem kekebalan tubuh belum sempurna

Pada tiga bulan terakhir masa kehamilan, bayi mendapat antibodi ibu melalui plasenta. Antibodi tersebut berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Bayi yang lahir prematur akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah karena antibodi yang diberikan ibu tidak sebanyak kepada bayi yang lahir cukup bulan. Namun, imunitas tersebut hanya sementara dan menurun dalam beberapa minggu atau bulan.

Pada usia 6 bulan, imunitas dari ibu sudah hilang dan Si Kecil harus membangun sistem imunnya sendiri. Pada usia ini, Si Kecil jadi gampang sakit karena sistem imunnya masih berkembang dan belum sempurna. Penyakit yang paling sering adalah infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk pilek. Umumnya, bayi dan balita sakit batuk pilek tujuh sampai delapan kali per tahun.4

2. Tidak mendapat cukup ASI

Selain sebagai sumber nutrisi Si Kecil, ASI mempunyai daya proteksi dan mengandung antibodi. Selain itu, ASI juga mengandung vitamin A, C, dan E, serta enzim dan hormon yang tidak didapatkan dalam susu formula.

Berbagai penelitian menunjukkan pemberian ASI pada bayi mengurangi terjadinya diare dan infeksi saluran pernapasan yang merupakan penyakit paling sering pada anak. Selain melindungi dari penyakit infeksi, ASI juga menurunkan risiko alergi. Beberapa penelitian memperlihatkan pemberian ASI eksklusif selama 4-6 bulan menurunkan kejadian penyakit alergi.5,6

3. Alergi

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menyerang kuman dan virus agar tubuh tidak menjadi sakit. Namun, pada penderita alergi, sistem kekebalan tubuh terlalu sensitif dan bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Sistem imun yang belum sempurna pada anak ternyata bukan hanya menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit infeksi, namun juga penyakit alergi.7 Beberapa faktor yang memengaruhi kejadian alergi pada anak adalah genetik, tidak mendapat ASI, dan tidak mengenalkan berbagai jenis makanan sesuai usianya. Berbagai gejala yang dapat muncul pada penyakit alergi adalah:

  • bersin, pilek, dan hidung tersumbat
  • gatal, muncul ruam pada kulit, mata merah, kulit kering
  • gejala asma, seperti sesak nafas, batuk, dan bunyi mengi saat bernapas.

4. Paparan asap rokok

Faktor yang tidak kalah penting terhadap kesehatan anak adalah lingkungan. Polusi lingkungan, seperti polusi udara dan paparan asap rokok akan menurunkan sistem imun dan merusak saluran pernapasan Si Kecil. Hindari mengasuh anak sambil merokok dan merokok di dalam rumah. Setelah merokok, pastikan mencuci tangan, mandi, dan ganti baju baru mengasuh anak. Beberapa efek dari pajanan rokok pada anak adalah:

  • gangguan kecerdasan (kognitif)
  • meningkatkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah
  • keganasan atau kanker
  • gangguan perilaku
  • asma
  • infeksi telinga tengah
  • memperlambat proses penyembuhan luka.

 

 

Sumber = nutriclub.co.id

Tinggalkan Balasan

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping