4 Makanan Penambah Berat Badan Anak

penambah berat badan anak

Sebagai orang tua yang memiliki bayi, biasanya pernah merasakan kekhawatiran dengan gizi si kecil. Pertumbuhan si kecil pasti menjadi fokus utama semua orang tua. Memberikan makanan – makanan bergizi untuk bayi tentu harus sangat teliti, karena tidak semua bayi bisa mengkonsumsi semua makanan. Dengan memberikan makanan yang bergizi tentu si kecil akan merasakan penambahan berat badan yang ideal. Berikut 4 makanan penambah berat badan anak:

  • Pisang

Saat bayi berada di usia 6 bulan, maka konsumsi ASI saja tentu tidak cukup. Salah satu makanan yang bisa menjadi penambah berat badan bayi adalah pisang. Tidak hanya memiliki lebih dari 100 kalori, pisang juga mengandung karbohidrat, kalium, serat makanan, vitamin C, dan vitamin B6 sehingga tidak hanya bisa menambah berat badan pada anak saja, tetapi juga sehat dan baik untuk perkembangan mereka.

  • Daging

Aneka jenis daging, seperti daging sapi, ayam, bebek, atau kambing, merupakan sumber kalori, protein, lemak, dan zat besi yang baik bagi anak. Berkat kandungan nutrisi pada daging, berat badan anak bisa bertambah dan juga memberikan manfaat lain, seperti mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan otot anak. Untuk mengolah daging menjadi menu makanan yang nikmat buat Si Kecil, Bunda bisa menumisnya, memanggangnya, membuatnya menjadi bakso, campuran omelet atau telur dadar, nasi tim, serta isian risol sebagai camilan sehat anak

  • Ikan

Sama seperti daging, ikan juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi, lemak, dan kalori yang bisa menambah berat badan anak. Dibandingkan daging sapi, kambing, dan ayam, ikan umumnya mengandung lebih banyak lemak sehat, seperti omega-3 yang sangat baik untuk mendukung kesehatan otak dan kecerdasan anak, serta tumbuh kembangnya, Bun.

Namun, sayangnya ikan cenderung memiliki aroma yang amis, sehingga Si Kecil bisa saja tidak menyukainya. Selain itu, makanan penambah berat badan ini juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian anak.

Jika Si kecil mengalami reaksi alergi terhadap ikan, Bunda bisa memberikannya makanan alternatif, seperti udang, kerang, atau cumi, yang juga memiliki kandungan nutrisi yang serupa. Namun jika Si Kecil sama sekali tidak bisa makan ikan atau seafood karena alergi, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter untuk menentukan pilihan makanan lain yang lebih aman bagi Si Kecil.

  • Telur

Bunda tentu sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Baik telur ayam, bebek, atau puyuh, ketiganya aman dan boleh dikonsumsi oleh buah hati, Bun. Tak hanya murah dan mudah ditemukan, telur juga merupakan sumber kalori dan nutrisi yang sangat baik bagi anak. Berkat kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineralnya, telur baik dikonsumsi sebagai makanan penambah berat badan anak. Selain itu, kandungan kolin dan omega-3 pada telur memiliki peranan untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

Untuk menyajikannya, Bunda bisa mengolah telur menjadi telur rebus, telur goreng, atau menjadi isian roti lapis. Saat hendak memberikan telur kepada Si Kecil, pastikan Bunda telah memasak telur hingga matang, ya. Hal ini penting untuk mencegah Si Kecil terkena keracunan makanan atau diare.

 

Sumber : sayurbox & alodokter

Tinggalkan Balasan

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping